CINTA .... CINTA. ... CINTA ....
Gimana sih bentuk cinta yg sesungguhnya ???
Banyak dari kita yang sulit untuk mendefinisikan makna cinta.
Bahkan ada sebagian dari kita juga punya pengertian tersendiri tentang cinta. Apabila bendera cinta sudah diangkat dan kemudian salah meletakkannya maka bisa jadi jeratan hukum syariat akan membelenggu kehidupannya.
Seperti halnya ada ungkapan dari seorang pezina, “Kami melakukan ini atas dasar cinta dan suka sama suka”. Begitu juga halnya dengan kecintaan yang berlebih seorang bapak/ibu terhadap anaknya.
Sehingga menjadikan anaknya terus dalam bergelimang dosa. Dengan alasan cinta juga tidak sedikit dari pasangan suami istri yang mana seorang suami rela melepas istrinya hidup dalam kemaksiatan tanpa rasa cemburu sedikitpun dalam hatinya.
"Inilah merupakan makna cinta yang keliru Sebab dia menjadikan hawa nafsu sebagai tolak ukur dalam memaknai cinta"
Pengertian cinta sangatlah sulit untuk dijelaskan terlebih lagi untuk diungkapkan. Sebab cinta itu sulit dijangkau dengan kalimat dan terlihat kabur saat diraba dengan kata-kata.
Berkata Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam kitabnya Madarijus Salikin, pengertian cinta tidak bisa didefiniskan dengan jelas dan juga tidak bisa menghasilkan sesuatu.
Semakin diperjelas maka akan semakin kabur dan tidak jelas. Jadi makna cinta adalah cinta itu sendiri
"Cinta adalah suatu amalan yang letaknya di qalbu (hati) kemudian diwujudkan dengan amalan lahiriyyah"
Apabila cinta yang telah kita tuliskan dalam hati dan pikiran dan itu sesuai yang diridhai oleh Allah subhanahu wata’ala, maka ketahuilah bahwa itu adalah ibadah.
Tapi sebaliknya, apabila ia tidak sesuai dengan ridha-Nya, cinta itu akan menjerumuskan kita dalam lembah kemaksiatan.
Sahabatku yang dicintai Allah
subhanahu wata’ala
Inilah arti cinta sesungguhnya. Cinta adalah suatu ibadah. Yakni ibadah hati yang apabila kita melakukannya akan menambahkan ketentraman dan kenyaman serta kemesraan kita kepada Rabbul ‘alamin .
Namun apabila cinta salah dalam penempatannya maka ia akan menjerumuskan kita dalam hal yang dimurkai oleh Allah subhanahu wata’ala yaitu kesyirikan.
Sebab kita jadikan cinta itu sebagai suatu yang diagungkan secara berlebih. Sehingga lupa ada Allah
subhanahu wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa
wassalam.
moga bermamfaat .
Komentar
Posting Komentar